Translate

Home » » 10 Cara Terbaik Mendidik Anak

10 Cara Terbaik Mendidik Anak

Written By Hamid Syukur on Kamis, 29 Maret 2012 | 5:47 AM

Bagi setiap orangtua memang tidak mudah memikul beban untuk membesarkan anak hingga menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupan dan kepribadian. Semua butuh kesabaran, kerja keras, keikhlasan, dan masih banyak lagi. Tanpa bermaksud menyederhanakan, berikut beberapa tips yang dapat diaplikasikan oleh Anda para orangtua yang ingin anaknya meraih kesuksesan di masa mendatang.

1. Menanamkan nilai-nilai Ketuhanan. Mengajarkan ketuhanan kepada anak menjadikannya lebih mencintai tuhan daripada selain-Nya. Selain itu, orangtua harus menekankan bahwa setiap langkah manusia selalu dalam pengawasan tuhan. dan penerapan konsep tersebut adalah dengan berusaha menaati peraturan dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih dahulu, orangtua selaku guru (pertama) bagi anak-anaknya harus mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama. Ini adalah pendidikan yang paling penting di atas hal-hal penting lainnya.

2. Mendidik dengan keteladanan. Lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadian Anak Anda. Orang-orang di sekelilingnya akan menjadi model dan contoh dalam bersikap. Sudah selayaknyalah Anda selaku orangtua memberi keteladanan kepada anak-anak Anda. Ajarkan anak Anda hal-hal baik yang juga Anda bisa lakukan. Akan sangat lucu jika yang Anda ajarkan sesuatu kepada anak Anda ternyata Anda sendiri tak melakukannya.

3. Mendidik dengan kebiasaan. Suatu kebaikan harus dimulai dengan pembiasaan. Anak harus dibiasakan melakukan sesuatu agar hal itu menjadi sesuatu yang akan mudah dan biasa ia lakukan. Ajarkan ia kebiasaan bangun pagi, beribadah sejak dini, mengerjakan PR, makan teratur, tidur lebih awal, dan lain sebagainya. Dengan begini, secara tak langsung, Anda juga telah mengajarkannya kemandirian.

4. Menumbuhkan rasa percaya diri. Sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri anak, Anda dapat melakukan hal-hal seperti sering membawa anak-anak ke majelis orang dewasa, resepsi, atau berkunjung ke rumah saudara. Semakin sering anak Anda bertemu orang, semakin tumbuh rasa percaya dirinya. Jangan lupa untuk sering mengajaknya bicara tentang apa saja. Selain melatih sosialnya, ini juga melatih kepercayaan dirinya untuk mengeluarkan pendapat.

5. Memotivasi anak berbuat baik. Seorang anak dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci sehingga hatinya yang putih dan lembut itu pun akan mudah tersentuh dengan kata-kata yang baik. Anak-anak, terutama pada usia emas (golden age), cenderung lebih mudah tersentuh oleh motivasi ketimbang ancaman. Karenanya, Anda hendaknya tidak mengandalkan ancaman untuk mendidik buah hati Anda.

6. Sediakan wwaktu untuk makan bersama. Makan bersama anak akan mempererat keterikatan batin antara Anda dengannya. Sambil makn Anda bisa melakukan dialog terbuka dan diskusi dengannya. Anda juga bisa mengajarkan hal-hal penting dan baik lainnya saat bersantap-saji. Di saat seperti ini, anak Anda akan merasakan pentingnya peran kedua orangtuanya. Hal ini juga dapat mempermudah meresapnya segala nasihat tentang perilaku, keimanan, atau pendidikan yang Anda berikan.

7. Mendidik dengan Reward. Memberi hadiah adalah salah satu penghargaan yang dapat melunakkan hati anak sehingga mereka akan bersimpati kepada Anda dan akhirnya mau melaksanakan nasihat yang Anda berikan. Namun perlu diingat, tidak semua perbuatan baik anak harus dihargai dengan materi. Lakukan reward yang bervariasi, bisa dengan pujian, ciuman, belaian, uang, dan lain-lain.

8. Memilih Sekolah yang juga memperhatikan budi pekerti anak. Saat anak menginjak usia sekolah, Anda berperan dalam memilihkan sekolah anak Anda. Pilihlah sekolah yang juga mengajarkan ibadah, mengembangkan pola pikir anak, memberikan data dan ilmu semaksimal mungkin. Meski anak sudah mulai sekolah, Anda hendaklah tetap selalu memperhatikan dan mengawal pendidikannya.

9. Mendidik dengan hukuman. Cara ini boleh dilakukan jika cara-cara di atas tidak berhasil. Memang dalam mendidik anak, menghukum diperbolehkan selama tidak berlebihan seperti sampai menyebabkan luka. Hukuman tersebut usahakan menimbulkan efek jera kepada anak agar ia tidak mengulangi perbuatannya. Akan tetapi harus diperhatikan adab-adabnya, jangan sampai berlebihan yang akhirnya akan membuat anak menjadi dendam dan tertekan. Kal ini justru tak baik bagi perkembangan pribadinya.

10. Menggunakan metode yang tepat. Setiap anak memiliki karakter dan pribadi yang berbeda walaupun berasal dari orangtua yang sama. Cari metode yang tepat dan jitu sehingga anak dapat diarahkan dengan lebih mudah. Sebagai orangtua, Anda diharapkan tak henti untuk terus belajar menemukan metode atau cara yang tepat untuk mendidik anak Anda. Ilmu bisa dicari dari mana saja.
<edd>


Referensi: Dari berbagai sumber