Kunjungi 5 Tempat Wisata Terkenal dan Menarik Di Jogja

 

sayamautau – Yogyakarta menjadi  kota yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Tak pernah bosan rasanya untuk kembali mengunjungi kota yang sering dijuluki dengan sebutan Kota Gudeg, Kota Pelajar, Kota Seni dan  Budaya, Kota Istimewa dan Kota Pariwisata. Tidak heran dijuluki demikian karena kota ini memiliki banyak sekali tempat-tempat wisata yang menarik. Berikut ini adalah sebagian dari tempat wisata di Jogja yang terkenal dan menarik sepanjang masa.

1. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Lokasi Keraton ini ada di pusat kota Yogyakarta, halaman depan adalah alun-alun utara dan halaman belakang adalah alun-alun selatan. Didirikan oleh Pangeran Mangkubumi, yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun1775. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat hingga saat ini masih berfungsi sebagai kediaman resmi Sultan dan juga sebagai cagar budaya masyarakat Jawa. Karenanya ada bagian yang tidak boleh dikunjungi oleh wisatawan antara lain Gedhong Jene, Gedhong Purworetno, Bangsal Kencana, Bangsal Trajumas dan Kaputren.

Namun jangan khawatir, kamu masih bisa melihat museum dan ruang penyimpanan koleksi benda bersejarah milik raja, koleksi batik klasik, pakaian adat, keramik dan koleksi lukisan. Ada juga pertunjukan seni berganti-ganti setiap hari dimulai pukul 10.00 di pendopo besar Bangsal Sri Manganti yang bisa kamu tonton secara gratis.

2. Kawasan Jalan Malioboro

Jalan Malioboro ini adalah salah satu jalan dari tiga jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta atau yang disebut juga titik nol Yogya. Dua jalan yang lain adalah Jalan Margo Utomo dan Jalan Margo Mulyo. Di tempat ini kamu akan menjumpai banyak sekali pedagang kaki lima yang menjajakan pakaian, kerajinan khas Jogja, kuliner khas Jogja dan para seniman yang beraksi. Dijamin deh, kamu nggak akan bosan menyusuri jalan ini karena kamu akan menemukan hal-hal menarik seperti pertunjukan musik angklung, pantomim, kereta kuda, dan orang-orang yang berpakaian unik. Kamu juga bisa membeli cinderamata di tempat ini.

3. Museum Benteng Vredeburg

Bila kamu sudah ada di kawasan Jalan Malioboro, jangan lupa untuk mengunjungi juga Benteng Vredeburg karena letaknya ada di dekat dengan Titik Nol Yogyakarta atau Kantor Pos. Dibangun oleh Belanda pada tahun 1765 sebagai benteng pertahanan dan sempat beralih fungsi beberapa kali hingga diresmikan menjadi sebuah museum pada tanggal 23 November 1992.

Benteng Vredeburg sendiri memiliki bentuk persegi dengan parit di sekelilingnya dan juga menara pengawas di keempat ujungnya. Adapun koleksi museum dengan luas 2100 meter ini adalah bangunan benteng peninggalan Belanda, diorama-diorama yang menggambarkan perjuangan sebelum kemerdekaan, koleksi benda-benda bersejarah, lukisan-lukisan dan fasilitas museum seperti perpustakaan, ruang audio visual dan ruang pertunjukan.

4. Pasar Beringharjo

Bicara Jogja dan Malioboro, maka ingat Pasar Beringharjo. Pasar tertua dengan pintu masuk utama yang menghadap ke Jalan Malioboro ini tidak bisa dilepaskan dengan nilai sejarah dari Keraton Yogyakarta. Wilayah Pasar Beringharjo tadinya adalah hutan beringin yang kemudian dijadikan tempat jual beli tak lama setelah Keraton Yogyakarta berdiri.

Nama “Beringharjo” sendiri disematkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang  memiliki makna pohon beringin yang diharapkan memberikan harjo atau kesejahteraan bagi rakyat Yogyakarta. Pasar yang sudah digunakan untuk aktivitas perdagangan sejak tahun 1758 ini tidak pernah sepi dari pengunjung, adapun barang yang dijual di sini antara lain batik, aneka kerajinan, barang antik, aneka souvenir, perlengkapan pernikahan, aneka bahan jamu, wisata kuliner seperti sate kere, pecel, sup kembang waru, soto, empal dll.

5. Istana Air Taman Sari Yogyakarta

Bangunan cagar budaya yang wajib kamu kunjungi adalah Istana Air Taman Sari. Letaknya berdekatan dengan Keraton Ngayogyakarta , Istana ini dulunya merupakan tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan. Luas awal tempat ini ada 10 hektar yang terbagi menjadi empat kompleks bangunan yaitu danau buatan yang terdiri dari Pulo Kenongo, Pulo Cemethi, Sumur Gumuling yaitu bangunan yang dulunya berfungsi sebagai masjid.

Kompleks kedua adalah Pemandian Umbul Binangun, yaitu tempat pemandian sultan besera para putri dan selir-selirnya. Ada 3 buah kolam di sini masing-masing bernama Umbul Muncar, Blumbang Kuras dan Umbul Binangun. Di bagian ketiga ada Pesarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, dan kompleks terakhir ada jembatan gantung dan dermaga namun sayangnya sekarang bagian ini sudah tidak ada karena telah banyak berubah menjadi pemukiman penduduk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *