Royal Golden Eagle Menumbuhkan Kreativitas Membatik Wanita Riau

Saya Mau Tau – Isu kesenjangan sosial yang ada di Indonesia membuat Royal Golden Eagle tidak tinggal diam. Melalui yayasan Tanoto Foundation, Royal Golden Eagle berusaha memberikan semangat juang bagi warga masyarakat Riau untuk berkreasi dan salah satunya menjadi pengrajin batik.

Royal Golden Eagle dalam suatu kesempatan memberikan pelatihan batik kepada masyarakat Riau khususnya wanita agar mereka bisa menjadi ibu rumah tangga yang turut menopang penghasilan suami tanpa perlu kerja di luar rumah. Salah satunya adalah dengan menjadi pengrajin batik. Lantas langkah seperti apakah yang RGE lakukan dalam menumbuhkan kreativitas membatik wanita di Riau?

Cara Menumbuhkan Kreativitas Membatik Wanita Riau Oleh RGE

Batik seperti yang kita tahu merupakan ciri khas Indonesia yang terdiri atas berbagai macam motif. Batik dilukis dengan menggunakan lilin yang memiliki gambar dengan pola rumit yang bisa menggunakan tangan dan kemudian dicetak. Ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar operasi grup APRIL melalui program batik ini mereka memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan tambahan pendapatan dengan membuat batik.

APRIL di tahun 2013, memulai program batik yang merupakan bagian dari upaya pengembangan program Usaha Kecil dan Menengah yang sudah ada sebelumnya di Kabupaten Pelalawan, Riau. Grup APRIL juga turut menjalin suatu kemitraan dengan masyarakat lokal dalam rangka membantu ekonomi masyarakat setempat agar dapat jauh lebih mandiri. Program pengembangan masyarakat dalam upaya membantu pengentasan masyarakat dari kemiskinan telah dilakukan oleh APRIL serta telah ditingkatkan juga kualitas hidup dengan memberikan suatu upaya pelatihan secara teknikal dan keuangan dari ahlinya. Siapa saja yang nantinya tertarik di dalam program ini dapat turut serta bergabung dan mereka akan diberikan juga berbagai macam pelatihan membatik atau semakin mendalami kemampuan membatik di Rumah Batik Andalan yang sudah mendapatkan fasilitas penuh dari APRIL di bawah naungan Royal Golden Eagle tentunya.

Setelah berbagai macam pelatihan didapatkan para anggota memiliki banyak opsi untuk tetap menjadi anggota dan bekerja di Rumah Batik Andalan secara permanen pun juga mereka bisa memutuskan jika ingin membuat usaha batik sendiri. Sampai detik ini APRIL sudah melatih kurang lebih sekitar 70 perempuan di program batik ini dan kurang lebih sekitar 15 diantaranya saat ini sudah menjadi pekerja penuh waktu dengan membuat batik di Rumah Batik Andalan dibawah naungan Royal Golden Eagle.

Bagi mereka yang sudah mendapat pelatihan batik dan memutuskan untuk bekerjasama dengan Rumah Batik Andalan, gaji yang mereka dapatkan sangat stabil. Wanita Riau yang bekerja di Rumah Batik Andalan akan mendapatkan gaji kurang lebih sekitar 2,5 juta sampai dengan 3 juta rupiah setiap bulan. APRIL dan juga Rumah Batik Andalan yang turut membantu pemasaran batik yang dibuat oleh pengrajin terlatih tersebut biasanya juga ada yang dibeli pemerintah karena sudah ada kerja sama antara IWAPI, karyawan PT RAPP, dan banyak pihak yang lain. Semua pendapatan yang berasal dari penjualan produk batik tersebut dikelola secara mandiri oleh mereka yang membuat batik dan tentunya Rumah Batik Andalan. Kini di tahun 2018, APRIL turut berencana membuat suatu program batik serupa di Kabupaten Kuansing dan Siak provinsi Riau. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan potensi pengrajin batik khususnya batik Bono di Riau agar batik tidak punah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *