Kisah Mbah Sadiman, Tokoh Sederhana Penggerak Penghijauan

asuransi wakaf

Saya Mau Tau – Bila Anda berpikir bahwa sosok menginspirasi bisa datang dari mana saja, itu benar adanya. Tak harus sosok terkenal, sosok yang selama ini berjuang di daerah dan bekerja sebagai petani pun bisa. Ia adalah Mbah Sadiman. Tokoh sederhana yang jadi penggerak penghijauan di Wonogiri yang patut mendapatkan berkah asuransi wakaf dari Allianz.

asuransi wakaf

Sosok Mbah Sadiman

Di saat beberapa daerah di Indonesia mengalami krisis air bersih karena kekeringan, namun di daerah Wonogiri, hal itu tampaknya bisa teratasi kini. Salah satu penggerak mengapa hal itu bisa terjadi adalah Mbah Sadiman. Beliau adalah tokoh yang berjasa terhadap penghijauan di Wonogiri dan berkatnya mata air bisa tersimpan dan digunakan di musim kemarau.

Mbah Sadiman sendiri telah berusia 67 tahun dan tinggal di Dusun Dali, Desa Geneng, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Meski usianya sudah tua dan giginya sudah banyak yang tanggal, namun hal itu tidak berlaku untuk semangatnya.

Fisiknya masih sangat baik untuk menapaki batuan terjan dan memikul beban di pundaknya. Pekerjaan sehari-hari Mbah Sadiman yang bekerja sebagai petani yang menggarap lahan tumpangsari milik Perhutani adalah salah satu yang membuatnya demikian.

Tergerak Berkat Kenyataan

Kenyataan bahwa Wonogiri selalu menjadi daerah yang terkena dampak kekeringan setiap tahun dan sulit mendapatkan air bersih, membuat Mbah Sadiman tergerak untuk melakukan penghijauan lahan di daerah Wonogiri. Ia mulai melakukan penghijauan di daerah desanya. Berbagai jenis pohon ia tanam namun yang paling banyak adalah jenis beringin.

Sebab, menurutnya pohon ini mampu mengikat air tanah dengan baik. Selain di desanya, pohon ini juga ia tanam di lahan hutan di mana tempat tersebut sempat gundul akibat kebakaran hutan bertahun-tahun sebelumnya. Tindakan penghijauan yang ia lakukan sejak tahun 1990-an ini, akhirnya berbuah.

Lahan hutan yang sudah ditanami Mbah Sadiman telah mencapai 100 hektar dengan sedikitnya 11 ribu pohon sudah ditanamnya. Hal itu menjadikan daerah di sekitar ia menanam pohon menjadi tak kesulitan air bersih lagi tatkala musim kemarau datang.

Untungnya, Mbah Sadiman sudah memperoleh izin dari Perhutani. Tak hanya diperbolehkan untuk menanam, Mbah Sadiman juga diperbolehkan untuk merawat pohon tersebut hingga besar. Sampai kini, Mbah Sadiman pun tak berhenti untuk terus menanam pohon dan melakukan penghijauan di sekitar.

Hanya saja yang jadi kendala adalah ia kesulitan mendapatkan bibit pohon yang bagus. Rata-rata, bibit pohon dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Padahal, ia hanya berprofesi sebagai petani biasa. Kini, tak hanya pohon beringin saja yang ditanam, pohon cengkeh dan pohon jati pun juga sudah tersedia di lahan yang dirawat puluhan tahun oleh Mbah Sadiman.

Allianz Wakaf

Tak salah kalau sosok Mbah Sadiman pantas mendapatkan penghargaan Allianz Wakaf. Sosoknya yang begitu mengagumkan meski usia sudah tua patut diacungi jempol. Asuransi Allianz wakaf yang patut diberikan padanya tentunya akan memberikan manfaat untuk beliau.

Dana tersebut bisa bermanfaat untuk jangka panjang baginya dan untuk orang sekitarnya. Bagi orang yang ikut dalam program ini pun bisa mendapat pahala yang terus menerus asalkan dana tersebut digunakan untuk tujuan kebaikan. Di tangan Mbah Sadiman, jelas hal itu akan terjadi.

Asuransi wakaf memang ditujukan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Penghijauan yang dilakukan Mbah Sadiman adalah salah satu langkah yang baik untuk sumbangsih terhadap umat dan lingkungan sekitar. Ada banyak manfaat yang tentu bisa didapat dari program ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *