Umrah Untuk Pak Tukirin

asuransi syariah indonesia

Saya Mau Tau – Adanya kompetisi berhadiah umrah gratis bagi tokoh inspiratif oleh Asuransi Syariah Indonesia Allianz membuat ingatan saya menuju ke sosok Pak Tukirin. Ia adalah seseorang yang amat sederhana dan memiliki kisah hidup yang cukup bisa dijadikan inspirasi oleh banyak orang. Pak Tukirin adalah seseorang yang tinggal di desa sebelah, namun saya mengenalnya dengan baik sebab beberapa kali terlibat dalam satu urusan yang sama. Ia adalah sosok teladan bagi beberapa orang, terutama dalam urusan masjid. Ya, bisa dikatakan ia menjadi sosok sentral dalam berbagai acara masjid, baik untuk keseharian maupun acara tertentu.

asuransi syariah indonesia

Setiap hari, ia bertugas menjadi muazin di masjid dekat rumahnya. Suara azan yang melengking menjadi khas bagaimana ia melafazkan panggilan salat. Selain itu, dalam kesempatan yang berbeda, ia juga sering menjadi penceramah untuk salat Jumat ataupun ceramah pada saat Ramadan seperti sekarang ini. Meskipun berbekal ilmu yang ia dapatkan dari jalur non-formal, Pak Tukirin dengan percaya diri memberikan berbagai tausyiah kepada para jamaah. Bisa dikatakan jika untuk urusan mengurus masjid dengan berbagai kebutuhannya, Pak Tukirin adalah seseorang yang mumpuni.

Bahkan, ketika suatu kali saya bertemu, ia sedang mengasuh anak-anak pengajian di masjid tersebut. “Sayang mas, jika tidak diurus. Nanti kita kehilangan generasi. Apalagi anak-anak sekarang susah untuk belajar mengaji mandiri. Sementara remaja masjid, banyak yang memiliki kesibukan berbeda-beda”, katanya ketika saya tanya kenapa masih mengurusi pengajian anak-anak dan tidak menyerahkannya ke remaja masjid.  Begitulah Pak Tukirin. Semangatnya untuk berdakwah sangat tinggi dan ia tak pernah mempermasalahkan apa tugas ataupun posisi yang akan ia dapatkan. Ia merasa bahwa dengan terus mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan menolongnya dalam kondisi apapun.

Terkena Dampak Pandemi

Pak Tukirin sudah menikah dan memiliki dua orang anak yang mulai tumbuh besar. Ia mencari nafkah dengan berjualan bakso. Sebenarnya, ia sudah mendapatkan tempat berjualan di kantin sebuah SMP yang tak jauh dari rumahnya dengan pendapatan yang cukup lumayan.

Namun, ketika Covid-19 menyerang, mau tidak mau ia juga terkena dampaknya. Sekolah libur beberapa bulan terakhir ini. Tidak hanya itu, kegiatan ramadan yang praktis lumpuh pun juga membuat pesanan bakso yang biasanya cukup ramai pun menjadi senyap. Artinya, Pak Tukirin pun tidak bisa berjualan sebagaimana biasanya.

Ia lantas memutuskan untuk berjualan secara keliling sebagaimana sebelum ia berjualan di kantin. Ia juga tetap membuka pesanan bakso meskipun order yang masuk cenderung jarang. “Bagaimanapun saya harus tetap bekerja karena rezeki, meskipun sudah diatur, harus diupayakan sedemikian rupa”, katanya.

Oleh karenanya, ia tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang terjadi saat ini. Baginya, cobaan hanya segelintir jalan dalam kehidupan yang wajar jika dialami.

Ingin Berangkat Umrah

Suatu hari, Pak Tukirin bercerita tentang keinginannya untuk umrah. Ia ingin berkunjung ke Saudi Arabia untuk beribadah dan menambah keimanan. Oleh karenanya, melalui program dari produk Asuransi Syariah Allianz, saya berharap jika umrah gratis yang disediakan salah satunya bisa ia nikmati. Tentu, ini akan menjadi kado yang sangat menggembirakan bagi Pak Tukirin yang seluruh hidupnya ia dedikasikan untuk mengurus keperluan masjid.

Kisah Pak Tukirin adalah satu dari kisah haru seseorang yang penuh jalan terjal dan inspirasi di sekitar Anda. Melalui program #AwaliDenganKebaikan, Anda bisa berbagi kisah dan memberikannya kebahagiaan baru untuk mereka yang telah berjasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *